Arah-berita – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya seniman legendaris Indonesia, Titiek Puspa. Dalam pernyataan resminya yang disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @prabowo, pada Kamis (10/4), Presiden mengenang Titiek Puspa sebagai sosok yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kemajuan musik dan kebudayaan Indonesia.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Titiek Puspa, seorang musisi legendaris dan tokoh seni yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia musik dan kebudayaan Indonesia,” tulis Presiden Prabowo dalam unggahan ceritanya.
Presiden menilai kepergian Titiek Puspa bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar dunia seni, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia yang telah tumbuh bersama karya-karya besarnya. Lagu-lagu ciptaan dan penampilannya telah menemani generasi demi generasi, membawa pesan moral, kebahagiaan, dan semangat kehidupan.
“Dedikasi dan semangat beliau dalam berkarya akan selalu menjadi inspirasi bagi para seniman dan generasi penerus bangsa,” lanjut Presiden dalam keterangan yang disertai foto kenangan sang maestro.
Kepala Negara juga mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa duka ini.
Titiek Puspa, yang memiliki nama asli Sudarwati—kemudian dikenal juga sebagai Kadarwati dan Sumarti—menghembuskan napas terakhir pada usia 87 tahun, Kamis pukul 16.30 WIB. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu ikon seni Indonesia yang multitalenta: penyanyi, pencipta lagu, penulis, sekaligus aktris.
Karier menyanyinya bermula di Semarang, saat ia mengikuti kontes menyanyi Bintang Radio. Kepopulerannya terus menanjak dengan lagu-lagu hits seperti Apanya Dong, Marilah Kemari, dan Kupu-Kupu Malam yang hingga kini masih dikenang lintas generasi.
Tak hanya di dunia musik, Titiek Puspa juga dikenal melalui keterlibatannya dalam operet seperti Bawang Merah Bawang Putih, Ketupat Lebaran, Kartini Manusiawi, dan Ronce-Ronce bersama grup Papiko yang begitu populer di layar TVRI era 80-an. Di dunia perfilman, ia turut membintangi sejumlah film klasik seperti Karminem, Inem Pelayan Sexy, dan Apanya Dong.
Warisan karya Titiek Puspa tidak hanya memperkaya khazanah budaya nasional, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjalanan seni Indonesia. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa semangat berkarya dan pengabdian Titiek Puspa akan terus hidup dan menjadi suluh bagi para penerus bangsa di bidang seni dan budaya.
